Sedih ku tahu kini perasaanmu kepadaku
Sedih saat kau tak yakin kepadaku
Akan cintaku
Jalan berliku takkan membuatku
Menyerah akan cinta kita
Tatap mataku dan kau kan tahu
Semuanya yang ku rasakan
Aku bertahan karna ku yakin cintaku padamu
Sesering kau coba tuk mematikan hatiku
Takkan terjadi yang aku tahu kau hanya untukku
Aku bertahan ku akan tetap pada pendirianku
Sekeras kau coba tuk membunuh cintaku
Yang aku tahu kau hanya untukku
Tatap mataku dan kau kan tahu
Semuanya yang ku rasakan
Aku bertahan ku akan tetap pada pendirianku
Sekeras kau coba tuk membunuh cintaku
Yang aku tahu kau hanya untukku
Tere hanya butuh sugesti bahwa Pras yang terbaik untuknya saat ini. Tere hanya butuh sesuatu untuk bertahan. Tere hanya butuh kata “Love You” sebelum Tere tidur. Tere ingin sebuah puisi cinta dari Pras untuk Tere. Tere suka jika Pras mau memberi hadiah pada Tere walau hanya sebuah foto tanpa pinta dari Tere. Tere ingin Pras sedikit peka pada perasaan Tere. Tere merasa sudah melakukannya untuk Pras. Tere butuh timbal balik. Tere hanya ingin merasa dihargai oleh pria yang dicintai Tere. Sungguh, hanya itu yang diharapkan Tere. Perlukah Tere berlutut untuk meminta maaf pada Pras?
Satu yang Tere yakini, kebahagiaan akan datang pada Tere, bersama Pras atau tanpa Pras. Untuk pertama kalinya, Tere menangis karena Pras. Tangisan yang teriring bisikan lirih “Aku mencintaimu Pras, aku akan berusaha menjadi yang terbaik untukmu…”
Tweet by Pras :
Sugesti cinta virtual? Adakah cara untuk membuktikannya?
Mungkin aku seorang lugu yg tak selalu bisa menelaah makna ambigu.
Sehari dengan cinta, esoknya menderita, apa itu bahagia?
Ternyata menjadi diri sendiri tak cukup untuk dicintai, menjadi lebih dan lebih, mungkin itu tuntutan.
Fiona : @Pras Menjadi diri sendiri sebenarnya sudah cukup, tapi apa salahnya menjadi lebih baik?Tidak ada yang dirugikan bukan?
Pras : @Fiona Berjalan ditempat, ternyata itu merugikan orang yg sangat ingin melangkah maju bersamamu :)
Fiona : @Pras Tapi jika berjalan ditempat untuk menunggu seseorang yg ingin berjalan maju bersamamu itu bijaksana namanya :)
Pras : @Fiona Bagaimana jika dibalik, kita harus mengejar yg telah melangkah maju sedangkan kita hanya berjalan ditempat?
Fiona : @Pras Maka pengorbanan yg diperlukan. Apakah dia yg harus rela menunggu atau kita yg harus rela berlari agar bisa sejajar dengannya?
Pras : @Fiona Bijaksana! Lalu, bagaimana dengan kesenjangan yg terkadang membuat pengorbanan itu sia2, hingga timbul kekecewaan?
Fiona : @Pras Itu arti pengorbanan, harus siap dgn kekecewaan.Tapi tdk akan ada pengorbanan yg mengecewakan jika dilakukan dgn keikhlasan.
Pras : @Fiona Itu dia poinnya, gak ada orang yg tahu bahwa seseorang ikhlas apa nggak. Jawabanmu bijaksana!
Fiona : @Pras Tapi setiap orang akan tahu mana perbuatan yg dilakukan dengan tulus atau hanya dengan “topeng” ketulusan.
Pras : @Fiona Gak semua orang :P Kalo semua orang, pasti gak ada yg dikhianati :D
Fiona : @Pras Orang yg berkhianat itu bukan karna mereka ga liat ketulusan tapi karna mereka ga mau tau dengan ketulusan yg udah diberikan.
Pras : @Fiona Salah satu bentuk egois kah ini?
Fiona : @Pras Bukan egois, tapi terkadang orang berkhianat karna mereka jenuh tapi tidak pernah berani mengungkapkan kejenuhannya.
Pras : @Fiona Semua jawabannya berkelas kaka~ ^_^
Fiona : @Pras Kecewa yang membuat kita jenuh tapi saat kita jenuh belum tentu karna kekecewaan :)
Pras : @Fiona Sekali lagi, aku suka dengan jawabanmu :D
Entah itu disengaja atau tidak, kata yg mengingatkan akan masa lalu selalu menjadi cambuk yg sgt kuat, yg memaksa utk terus melesat
Cinta yg tulus, cinta yg tanpa sebab. Dibalik keindahan itu semua selalu terselip kata “Tapi”
Jenuh dan kekecewaan, mungkin ini sama.
Tere terpaku menatap timeline. Berusaha membendung air mata yang sudah meronta di pelupuk matanya. Andai Pras tahu, Tere tak menuntut banyak hal. Tere hanya ingin secuil perhatian. Tere hanya iri melihat kisah jarak jauh teman sepermainannya. Andai Pras tahu, Tere teramat sakit membaca setiap ketikkan di timeline malam itu. Tere tahu, kini Tere hanya menjadi bagian masa lalu Pras. Dan hal ini pun terjadi dari pihak Tere sendiri. Tere sadar, semua salah Tere. Mungkin Tere terlalu menuntut, tapi Tere bertekad dalam hati, Tere takkan memaksa, Tere takkan meminta lebih dari ini. Tere tak kuat lagi. Tetesan air mata mengalir begitu saja di pipinya. Terdengar bisikan “Maafkan aku Pras…”
Tere : check ur email, gak usah dibales..
Pras : sugesti atau bukti?
Tere : aku butuh bukti yang menghasilkan sugesti
Pras : Satu hal yg menjadi kendala ya ini, pupusnya kepercayaan
Tere: kepercayaan pupus karena tak ada yang membuatnya bertahan
Pras: tak ada yang membuatnya bertahan <— masih ada “hal” yg melandasi kepercayaan. Bukannya tanpa sebab?
Tere : I need a fighter, a true fighter, remember it?
Pras : I’m just being myself, is it not enough?
Tere : oke aku coba mengerti, aku tidak akan memaksa :)
Pras : tanda seorang yang sedang ragu dengan hati sendiri, yah?
Tere : bukan hanya seperti itu, aku sedang iri
Pras : dengan hal apa?
Tere : dengan orang lain
Pras : Gak ngerti aku
Tere : tentang timbal balik, sudahlah aku juga gak memaksa kok :)
Pras : aku makin gak ngerti, ah sudahlah, pilihan sekarang di kamu
Tere : iyaya lupakanlah =))
Pras : ambigu.
Tere : intinya aku cuma ingin seseorang melakukan sesuatu untukku apapun itu, tapi aku gak mau memaksa, aku butuh inisiatif
Pras : Jadi, intinya ini satu bentuk kekecewaan dan menuntut sesuatu yg lebih?
Tere : mungkin seperti itu, tapi aku mencoba untuk jujur
Pras : satu pertanyaan, andaikan aku tetap begini?
Tere : ya aku tetap begini, menjadi inisiatif dalam setiap perjalanan
Pras : kamu juga akan tetap begini?
Tere : aku akan tetap fleksibel
Pras : fleksibel? maafkan aku yg terlalu kaku :)
Tere : enggak, bukan seperti itu, aku akan menyesuaikan diri denganmu
Pras : apa bedanya dengan ungkapan aku yg “kaku”?
Tere : case closed
Dadaku bidang, bibirku eksotis. Aku pria eksekutif idaman para wanita. Kekasihku Diandra, seorang wanita yang biasa saja. Bahkan seringkali dia terlihat tak sepadan berjalan denganku. Aku bertahan dengannya karena dia begitu mempertahankanku dalam hidupnya. Ya, dia adalah gadis yang kupacari sejak aku di masa putih abu-abu.
Diandra datang ke kantor membawakanku makan siang. Kacamata tebal dan kunciran rambut yang masih sama. Dia diam beberapa detik sambil menatapku. Begitu hangat kurasakan cinta yang mengalir darinya. Tapi aku risih, malu, tak nyaman. Kuraih makanan itu dan aku beralih ke layar komputerku. Aku tak mengacuhkannya dan pura-pura sibuk dengan pekerjaanku. Dia meninggalkanku dan mengucapkan “Love you Sam…”
Selepas Diandra pergi, aku membuang makanan itu. Tiba-tiba pintu ruang kerjaku terbuka lagi. Fiona, wanita seksi yang belakangan mewarnai hidupku. Fiona dengan mini dress berwarna peach yang membuat dia terlihat anggun. Fiona, mawar merah terindah di dunia pun tak akan bisa mengalahkan kecantikanmu, sempurna, pikirku saat ini.
Fiona memijat lembut pundakku, menghembuskan nafasnya yang segar disekitar telingaku. Bukan hanya telingaku yang tergelitik, tetapi juga hasrat di dadaku. Fiona mencium pipiku dan berkata “Sam, yuk makan siang…”
Senja menghantarkan sebuah kisah yang terukir dengan indah di masa lalu. Kisah antara kau dan aku yang berjanji menjadi “KITA”. Aku tak ingin terlalu lama membiarkan diriku jatuh cinta pada orang yang sejatinya takkan bisa kumiliki. Mungkin aku sudah memblokirmu dari hidupku, tapi khayalan tentangmu menyelusup ke setiap pori-pori di dasar hatiku. Seperti virus, begitu cepat menyebar ke seluruh tubuh hingga aku tak kuasa menahan debaran yang maha dahsyat ini.
Aku bisa membaca penyesalan di masa depan, tetapi aku sudah terlanjur terpenjara oleh cintamu. Aku terhanyut dalam aliran cintamu, tenggelam dengan cintamu yang mungkin akan menenggelamkan aku dan kebahagiaanku. Senja berbisik lirih “Apakah kau dan dia akan bertemu lagi dalam cinta?”